Email
Kata Sandi
Ingat Saya

Mohon menunggu...

Anda berada di : Beranda > Artikel > Artikel Dari Anda > Detail Artikel
 Artikel
23 Dec 2013 10:21:08 | Ditulis Oleh : Jimbo

Mau Cepat, Langgar Lalu Lintas... ah Nggak juga

Hampir dua minggu ini saya tidak melanggar lalu lintas. Berangkat kantor jam 7 pagi seperti biasa. Di jalanan tidak melawan arus atau memasuki jalur bus way. Kontras dengan yang selama ini.

Saya berangkat dari Ciledug melewati Joglo, Permata Hijau, Blok M hingga ke TB Simatupang via Antasari. Di Panjang, seperti biasa kemacetan di jam-jam pagi pasti menggila, penyebabnya : ya memang menurutku jumlah kendaraan terlalu banyak, tidak sebanding dengan lebar jalan. Kemacetan semakin di perparah kalau ada penggguna jalan tidak tertib, khususnya sepeda motor, yang dengan seenaknya akan melawan arus. Apalagi kalau tak ada pak Polisi yang mengawasi... he..he... ya saya dulunya termasuk yang melakukan hal tersebut.

Alkisah, pernah satu kali di sebelah kiri saya ada seorang bapak-bapak tua--kelihatan dari perawakannya--berjalan dengan santai, dengan motor butut. Saya salip dia karena memang saat itu sedang mengejar waktu agar tidak terlambat tiba di kantor. Pak tua itu jauh tertinggal oleh saya yang salip kiri-kanan, nyelip-nyelip andai ada celah sekecil apa pun di antara kendaraan roda empat, atau bahkan masuk jalur bus way yang begitu menggoda...he..he...

Di lampu merah depan rumah Sakit Medika Permata hijau, betapa kagetnya saya. Sambil menunggu lampu kuning menyala...he..he... bukan lampu hijau loh. Saya kebetulan celingak-celinguk melihat ke arah kiri. Agak berada di depan saya ternyata pak Tua yang tadi saya salip dengan sombong, tenang berada di motornya, tepat di belakang garis. Wah ga bener nih pak Tua, bukankah tadi sudah saya salip. Kenapa dia malah menang? Sia-sialah salip-menyalip, percuma saja masuk jalur bus way dan nyelip-nyelip.

Begitulah awalnya, hingga setelah itu saya berjanji pada diri sendiri bawah tidak akan melanggar lalu lintas lagi. Alasannya itu tadi, tak ada gunanya melanggar, toh ia tidak berkorelasi dengan kecepatan tiba di tujuan. Pak Tua tadi sudah membuktikannya kepada saya.

Dan ya.... setelah dua minggu ini saya tidak pernah melanggar lalu lintas seperti biasa, saya tidak pernah telat sampai di Kantor. Kalau biasanya berangkat jam 7 pagi, nyampai di kantor jam 8 kurang sepuluh atau lewat sedikit dari jam delapan. Maka setelah melewati jalur tanpa melanggar saya berangkat jam 7 pagi dan nyampai kantor tetap jam 8 dan sekitarnya. Hampir tidak ada selisih dengan jika saya melanggar lalu lintas.

Betul sekali, kecepatan seseorang dalam berkendara pasti tak sama, dan kalkulasi tiba tidak gampang dihitung. Ada faktor lain yang harus dipertimbangkan, misal seberapa macet atau seberapa lengangnya jalan. Tapi paling tidak, dengan berkendara tidak melanggar aturan lalu lintas, minimal saya turut andil terhadap tercipta budaya lalu lintas yang baik.

Jadi, kalau mau cepat? Tak perlu melanggar lalu lintas.

 

   
 Komentar
Prasetyo Herdiyanto KLo teratur itu juga enak khan di pandang dan gak buat emosi orang lain.
5 years ago
indraa5 salut. sabar dan patuhi rambu dan uu.
5 years ago
Batman Mantaps pak...
5 years ago

Anda Ingin Menjadi Bagian Dari Terciptanya
Budaya Tertib Berlalu Lintas?


Unggah Foto atau Video Pelanggaran
Lalu Lintas yang Anda Lihat Disini
dan Dapatkan Hadiahnya.

 Artikel Dari Anda
 Update Ditlantas Polda Metro Jaya
 Tips Keselamatan Berkendara
Copyright © 2013 Ditlantas Polda Metro Jaya and MarkPlus Insight. All Right Reserved.