Email
Kata Sandi
Ingat Saya

Mohon menunggu...

Anda berada di : Beranda > Artikel > Artikel Dari Anda > Detail Artikel
 Artikel
07 Apr 2014 14:52:02 | Ditulis Oleh : Admin

Pesan Dirlantas : Pembangunan MRT Masuki Tahap Dua, Polisi Siapkan Rekayasa Lalin

Proyek pembangunan sarana transportasi massal atau mass rapid transit (MRT) akan memasuki fase atau tahap II Pada 7 April 2014 besok. Untuk tahap II hingga tahap VI direncanakan akan memakan waktu 15 Minggu, atau hingga 19 Juli 2014 nanti serta pembangunan difokuskan di Bunderan HI untuk membuat Stasiun MRT Bundaran HI.

Kepala Subdit Keamanan dan Keselamatan Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Irvan Prawirayuda, menjelaskan mulai tahap II ini, proyek MRT akan memasuki tahap pembangunan yang sesungguhnya. "Mulai 7 April 2014 mendatang, proyek MRT ini memasuki fase pembangunan yang sebenarnya. Kami sudah berkoordinasi dengan PT MRT untuk menentukan Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) MRT di sana," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Kamis (3/4).

“Selama 15 minggu sampai 19 Juli, proyek dilakukan dengan membangun Stasiun MRT di Bundaran HI, yakni di Jalan MH Thamrin mulai depan Hotel Grand Hyatt sampai di sekitar depan Gedung EX, sepanjang sekitar 200 meter,” sambungnya.

Akibat pengerjaan ini, akan ada penyempitan jalur di sekitar Bundaran HI terutama di ruas jalan sisi barat di Jalan MH Thamrin atau yang mengarah ke utara atau mengarah ke Harmoni selama kurang lebih 15 minggu.  "Akan ada pembuatan soil pond atau lubang dengan mengeruk tanah hingga sedalam 25 meter sepanjang 200 meter yang dilakukan dibagian tengah median jalan dari depan Grand Hyat ke arah Gedung EX," terangnya.

Oleh karena itu, disisi lajur tersebut yang mengarah ke Barat atau Monas akan ada penyempitan lajur atau bottle neck di sana. Shelter Bus Trans Jakarta di Bundaran HI dan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sarinah juga akan dibongkar untuk pembangunan Stasiun MRT Bundaran HI. Sehingga, trotoar jalan di kedua sisi di sepanjang dua ratus meter akan dipangkas satu meter, trotoar yang tadinya 2,514 m akan dibuat menjadi 1,514 m.

Selanjutnya, lantaran ada pengerjaan di tengah median jalan selebar sekitar 15 meter,  maka di Jalan MH Thamrin di sisi barat atau arah ke Monas yang tadinya berjumlah 5 lajur di jalur reguler ditambah satu lajur bus Trans Jakarta, akan berkurang menjadi 4 lajur ditambah satu lajur bus Trans Jakarta yang dirubah menjadi mix traffic atau bisa bergantian dengan kendaraan reguler.

Sementara di jalur arah sebaliknya atau arah ke Polda, jumlahnya tetap yakni 5 lajur ditambah satu jalur bus Trans Jakarta. "Semua lajur yang tadinya masing-masing lebarnya sekitar 3 meter, berkurang menjadi 2,75 meter. Jadi ada pengurangan lebar lajur juga dan cukup berpengaruh dengan kepadatan kendaraan yang akan terjadi," terangnya.

Dipertahankannya lajur di sisi timur atau arah dari Monas ke Polda agar tetap 5 lajur plus satu jalur busway lantaran kepadatan kendaraan di lajur tersebut lebih padat dibanding jalur di sisi barat atau arah ke Harmoni.

AKBP Irvan juga memperkirakan akibat pembangunan ini kepadatan kendaran di kawasan Bundaran HI akan bertambah 40 persen karena akan sedikit tersendat. "Pengerjaan ini dilakukan 24 jam setiap hari. Kami akan turunkan 30 personil Polantas dalam dua shift setiap harinya di sana untuk mengatur lalu lintas agar lebih cair," ujarnya.

Selanjutnya, pembangunan MRT akan memasuki tahap III nanti mulai 22 April sampai 21 Mei selama 4 minggu untuk pemasangan guidewall sisi barat atau dinding penjaga stasiun di sisi barat. Lalu pada tahap IV mulai 22 Mei sampai 21 Juni selama 4 minggu berupa pengerjaan guidewall sisi timur. Kemudian tahap V mulai 22 Juni sampai 5 Juli selama 2 minggu untuk pembangunan entrance dan rooms di sisi timur dan tahap VI mulai 6 Juli sampai 19 Juli selama 2 minggu pembangunan entrance dan rooms di sisi barat.

Dan pada tahap III nanti, pengurangan lajur di jalur arah ke Harmoni akan terjadi lagi dari 4 lajur menjadi 3 lajur. AKBP Irvan pun menegaskan, dalam tahap II sampai tahap VI ini, pengalihan arus lalu lintas akan dilakukan situasional dan kondisional. "Jika memang di Jalan MH Thamrin sangat padat akan dialihakan di jalan di belakang hotel Pullman serta dapat kita alihkan melalui Jalan HR Rasuna Said, Kuningan. Ini sangat situasional," tandasnya.

Adapun untuk kegiatan kegiatan pemindahan tanah dari Bundaran HI ke Ancol, pihaknya sudah meminta agar dilakukan malam hari. "Truk tanah juga harus ditutup terpal, serta setelah tanah masuk truk harus didiamkan dulu sekitar sejam atau ditiriskan agar air serta tanahnya tidak berceceran saat truk berjalan," ujarnya.

Selain itu, menurut Irvan, PT MRT harus menyiapkan tim penyapu ranjau saat tanah dibawa ke Ancol dengan truk. "Tim ini untuk membersihkan jalan jika masih ada tanah yang jatuh saat truk melintas. Sebab tanah liat akan sangat berbahaya bagi pengendara jika tidak segera dibersihkan," sambungnya.

Untuk waktu pengiriman atau pemindahan tanah itu pada malam hari yakni pukul 22.00 sampai pukul 06.00. "Namun kami meminta agar itu dilakukan pukul 24.00 sampai pukul 04.00. Alasannya pukul 22.00, Bunderan HI kadang masih ramai dan mulai pukul 05.00, bunderan HI juga sudah mulai ramai terutama di hari kerja," ujarnya.

"Kami juga sudah berkoordinasi dengan Dishub DKI agar ada penambahan rambu dan marka jalan serta pengecatan marka merah di jalur busway arah ke harmoni yang akan berpindah sebagai mix traffic," sambungnya.

Dan terakhir, AKBP Irvan menjelaskan, selama lima hari pertama pengerjaan mulai 7 April sampai 11 April, petugas lalu lintas di lapangan yang berjaga di Bunderan HI akan melakukan perling (penerangan keliling). "Dengan perling maka petugas di sana akan terus menginformasikan kepada pengendara mengenai proyek itu dan pengurangan lajur jalan," pungkasnya. (Rully/Danar)

 

   
 Komentar

Anda Ingin Menjadi Bagian Dari Terciptanya
Budaya Tertib Berlalu Lintas?


Unggah Foto atau Video Pelanggaran
Lalu Lintas yang Anda Lihat Disini
dan Dapatkan Hadiahnya.

 Artikel Dari Anda
 Update Ditlantas Polda Metro Jaya
 Tips Keselamatan Berkendara
Copyright © 2013 Ditlantas Polda Metro Jaya and MarkPlus Insight. All Right Reserved.